Kelahiran bayi merupakan nikmat besar yang patut disyukuri. Orang tua tentu berharap anak yang baru lahir tumbuh sehat, menjadi anak yang saleh atau salehah, serta mendapatkan perlindungan Allah SWT.
Salah satu bentuk ikhtiar yang dapat dilakukan adalah mendoakan bayi dan membaca zikir untuk memohon perlindungan kepada Allah.
Namun, ada hal penting yang perlu diperhatikan: tidak semua bacaan yang sering disebut sebagai “zikir bayi baru lahir” memiliki status dan sumber yang sama.
Ada doa yang memiliki dasar hadis shahih, ada pula rangkaian doa dan bacaan yang dihimpun oleh ulama dalam kitab tertentu.
Karena itu, berikut panduan yang membedakan keduanya agar orang tua dapat mengamalkannya dengan lebih tenang.
Apa Zikir yang Dianjurkan untuk Bayi Baru Lahir?
Salah satu doa perlindungan yang memiliki dasar hadis shahih adalah bacaan yang digunakan Nabi ﷺ untuk Hasan dan Husain:
أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ
Bacaan ini diriwayatkan dari Ibnu Abbas dalam Shahih al-Bukhari 3371. Hadis tersebut menjelaskan bahwa Nabi ﷺ memohonkan perlindungan bagi Hasan dan Husain dengan kalimat tersebut.
Inilah salah satu bacaan yang paling kuat untuk dijadikan doa perlindungan bagi anak.
Bacaan Arab
أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ
Latin
A'ūdzu bi kalimātillāhit-tāmmati min kulli syaithānin wa hāmmah, wa min kulli 'ainin lāmmah.
Artinya
“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari setiap setan, binatang berbisa, dan dari setiap mata yang membawa keburukan.”
Hadis tersebut juga menjelaskan bahwa doa ini dikaitkan dengan perlindungan yang dilakukan Nabi Ibrahim عليه السلام untuk Ismail dan Ishaq.
1. Doa Perlindungan untuk Bayi
Doa di atas dapat dibaca sebagai bentuk permohonan perlindungan kepada Allah untuk bayi.
Dalam hadis, Nabi ﷺ menggunakannya untuk Hasan dan Husain. Karena itu, bacaan tersebut memiliki dasar yang lebih kuat dibandingkan sekadar doa yang dibuat tanpa sumber.
Untuk satu bayi, orang tua dapat menyesuaikan bentuk dhamir dalam doa ketika membacanya.
Yang terpenting adalah memahami bahwa perlindungan sejati berasal dari Allah, sedangkan doa merupakan bentuk ikhtiar seorang Muslim.
2. Doa Agar Bayi Menjadi Anak yang Baik dan Bertakwa
Ada pula doa yang banyak digunakan dalam rangkaian dzikir bayi baru lahir:
Arab
اللهم اجْعَلْهُ بَارًّا تَقِيًّا رَشِيْدًا وَأَنْبِتْهُ فِي الْإِسْلَامِ نَبَاتًا حَسَنًا
Latin
Allāhummaj'alhu barran taqiyyan rasyīdan wa-anbit-hu fil-islāmi nabātan hasanan.
Artinya
“Ya Allah, jadikanlah ia anak yang baik, bertakwa, dan mendapat petunjuk. Tumbuhkanlah ia dalam Islam dengan pertumbuhan yang baik.”
Bacaan ini tercantum dalam rangkaian dzikir dan doa yang dinukil NU Jabar dari kitab al-Wasail al-Syafi'ah fi al-Adzkar al-Nafi'ah wa al-Aurad al-Jami'ah karya Sayyid Muhammad bin 'Ali al-Tarimi.
Penting untuk membedakannya dari doa perlindungan dalam hadis Bukhari. Doa ini merupakan bagian dari rangkaian doa yang dihimpun ulama, sehingga sebaiknya tidak disebut sebagai hadis Nabi ﷺ secara khusus tanpa sumber yang jelas.
3. Membaca QS Ali Imran Ayat 36
Dalam rangkaian dzikir yang dinukil NU Jabar tersebut, terdapat pula potongan doa dari QS Ali Imran ayat 36:
Arab
وَإِنِّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
Latin
Wa innī u'īdzuhā bika wa dzurriyyatahā minasy-syaithānir-rajīm.
Artinya
“Sesungguhnya aku memohon perlindungan untuknya dan keturunannya kepada-Mu dari setan yang terkutuk.”
Ayat tersebut merupakan doa yang diucapkan oleh istri Imran ketika menyerahkan Maryam dan keturunannya kepada Allah.
Dalam konteks bayi, ayat ini dapat dipahami sebagai doa memohon perlindungan kepada Allah.
4. Membaca Surat Al-Ikhlas
Surat Al-Ikhlas juga termasuk bacaan yang tercantum dalam rangkaian dzikir bayi baru lahir yang dinukil dari kitab tersebut.
Surat ini berisi penegasan tentang keesaan Allah:
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ
“Katakanlah: Dialah Allah Yang Maha Esa.”
Namun, penting untuk membedakan antara:
“Membaca Al-Ikhlas adalah amalan yang baik.”
dengan:
“Nabi ﷺ secara khusus memerintahkan membaca Al-Ikhlas untuk setiap bayi baru lahir.”
Klaim kedua membutuhkan dalil khusus.
Karena itu, artikel sebaiknya tidak menyebut Al-Ikhlas sebagai sunnah khusus bayi baru lahir tanpa dasar yang jelas.
5. Membaca Surat Al-Qadr
Surat Al-Qadr juga termasuk dalam rangkaian yang dinukil dari kitab al-Wasail al-Syafi'ah.
Membaca Al-Qur'an tentu merupakan amalan yang baik. Tetapi sekali lagi, statusnya perlu dijelaskan dengan tepat.
Al-Qadr dapat dibaca sebagai bagian dari rangkaian doa dan dzikir yang diamalkan keluarga, tetapi jangan menyatakan bahwa membaca surat tersebut pada bayi baru lahir merupakan sunnah khusus Nabi ﷺ apabila tidak memiliki dalil khusus.
6. Mengumandangkan Adzan
Adzan bayi sering dimasukkan ke dalam rangkaian amalan setelah kelahiran.
Hadis Abu Rafi' menyebut bahwa Rasulullah ﷺ mengumandangkan adzan di telinga Al-Hasan bin Ali ketika Fatimah melahirkannya. Riwayat ini tercantum dalam Jami' at-Tirmidzi 1514 dan dinilai hasan sahih oleh Imam at-Tirmidzi.
Namun, terdapat perbedaan penilaian ulama terhadap hadis dan hukum adzan bayi. Karena itu, artikel tentang zikir bayi sebaiknya tidak menyebut adzan sebagai kewajiban.
Pembahasan lengkap mengenai tata cara adzan bayi dapat dibuat dalam artikel tersendiri agar intent tidak bercampur.
7. Membaca Iqamah
Iqamah di telinga kiri bayi juga sering dimasukkan dalam rangkaian amalan bayi baru lahir.
NU Jabar mencantumkannya sebagai bagian pertama dari rangkaian dzikir yang dinukil dari kitab Sayyid Muhammad bin 'Ali al-Tarimi.
Namun, sebagaimana pembahasan adzan bayi, status dalil iqamah perlu dijelaskan secara hati-hati.
Riwayat yang secara eksplisit menyebut adzan di telinga kanan dan iqamah di telinga kiri memiliki pembahasan tersendiri dalam ilmu hadis.
Karena itu, jangan menyebut iqamah sebagai kewajiban bagi setiap bayi.
Apakah Semua Zikir Tersebut Merupakan Sunnah Nabi?
Tidak tepat jika seluruh rangkaian di atas disebut sebagai satu paket sunnah Nabi ﷺ yang secara khusus diperintahkan untuk setiap bayi baru lahir.
Ada perbedaan sumber.
Yang memiliki dasar hadis shahih yang jelas
Doa perlindungan:
أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ
Nabi ﷺ diriwayatkan menggunakan doa tersebut untuk Hasan dan Husain. Hadisnya terdapat dalam Shahih al-Bukhari.
Yang termasuk rangkaian doa/amalan yang dihimpun ulama
Rangkaian yang mencakup:
- adzan,
- iqamah,
- doa agar anak menjadi baik dan bertakwa,
- Al-Ikhlas,
- Al-Qadr,
- QS Ali Imran ayat 36,
- doa perlindungan,
dinukil dari kitab al-Wasail al-Syafi'ah fi al-Adzkar al-Nafi'ah wa al-Aurad al-Jami'ah.
Pembedaan ini penting agar pembaca tidak salah memahami sumber agama.
Cara Praktis Mengamalkan Zikir untuk Bayi Baru Lahir
Jika ingin mengamalkan secara sederhana, orang tua dapat memulai dengan doa perlindungan yang memiliki dasar hadis:
أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ
Kemudian orang tua dapat berdoa dengan bahasa sendiri, misalnya memohon agar Allah:
- menjaga kesehatan bayi;
- melindunginya dari keburukan;
- memberikan keberkahan;
- menjadikannya anak yang saleh atau salehah;
- memberikan umur yang bermanfaat;
- memberikan ilmu dan akhlak yang baik.
Tidak harus menggunakan doa yang panjang.
Doa yang sederhana tetapi dipahami maknanya dan dipanjatkan dengan penuh harap tetap merupakan doa.
Apakah Zikir untuk Bayi Laki-Laki dan Perempuan Berbeda?
Tidak ada alasan untuk membuat dua rangkaian zikir yang berbeda hanya berdasarkan jenis kelamin bayi.
Doa perlindungan dapat digunakan untuk bayi laki-laki maupun perempuan.
Yang perlu disesuaikan hanyalah bentuk kata ganti dalam bahasa Arab apabila diperlukan.
Misalnya, ketika mendoakan seorang anak laki-laki dapat digunakan bentuk hu, sedangkan untuk anak perempuan bentuk ha sesuai struktur bahasa Arab.
Namun, orang tua tidak perlu merasa bahwa ada “zikir khusus bayi laki-laki” dan “zikir khusus bayi perempuan” jika tidak terdapat dalil yang membedakannya.
Kapan Zikir untuk Bayi Dibaca?
Zikir dan doa dapat dibaca setelah bayi lahir.
Tidak perlu membuat suasana menjadi terburu-buru.
Kondisi ibu dan bayi tetap menjadi prioritas. Jika ibu baru selesai melahirkan atau bayi membutuhkan penanganan medis, doa dapat dilakukan setelah kondisi memungkinkan.
Tidak ada kebutuhan untuk mengorbankan keselamatan atau kenyamanan ibu dan bayi demi mengejar rangkaian amalan tertentu.
Setelah kondisi ibu dan bayi memungkinkan, keluarga juga dapat mulai mempersiapkan rangkaian kebutuhan setelah kelahiran, termasuk aqiqah. Bagi keluarga yang berada di wilayah Banjarnegara, layanan aqiqah untuk keluarga di Banjarnegara dapat menjadi pilihan praktis untuk membantu mempersiapkan pelaksanaan aqiqah.
Siapa yang Membaca Zikir untuk Bayi?
Ayah dapat membaca doa untuk anaknya.
Ibu juga dapat mendoakan bayinya.
Demikian pula anggota keluarga lainnya dapat mendoakan bayi dengan doa-doa yang baik.
Tidak perlu menganggap bahwa hanya ayah yang boleh mendoakan anak.
Yang terpenting adalah doa tersebut ditujukan kepada Allah dan tidak mengandung keyakinan atau bacaan yang bertentangan dengan syariat.
Ringkasan Zikir dan Doa Bayi Baru Lahir
Jika ingin membuatnya sederhana, berikut rangkumannya:
- Doa perlindungan dengan kalimat Allah yang sempurna — memiliki dasar hadis shahih.
- Doa agar bayi menjadi baik dan bertakwa — tercantum dalam rangkaian doa yang dinukil dari kitab ulama.
- QS Ali Imran ayat 36 — doa memohon perlindungan dari setan.
- Surat Al-Ikhlas — termasuk dalam rangkaian yang dinukil ulama.
- Surat Al-Qadr — termasuk dalam rangkaian yang dinukil ulama.
- Adzan — memiliki pembahasan tersendiri mengenai hadis dan hukum.
- Iqamah — dianjurkan dalam sebagian rangkaian, tetapi status dalil khususnya perlu dibedakan.
Dengan demikian, orang tua tidak perlu merasa harus membaca semuanya sekaligus.
Kesimpulan
Zikir untuk bayi baru lahir dapat berupa doa perlindungan, doa kebaikan, dan bacaan Al-Qur'an.
Salah satu bacaan yang memiliki dasar hadis shahih adalah:
أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ
Nabi ﷺ diriwayatkan menggunakan doa tersebut untuk Hasan dan Husain sebagai bentuk perlindungan.
Sementara itu, terdapat pula rangkaian dzikir dan doa yang dihimpun ulama, seperti doa agar anak menjadi baik dan bertakwa, membaca Al-Ikhlas, Al-Qadr, serta QS Ali Imran ayat 36. Rangkaian tersebut dinukil dari kitab al-Wasail al-Syafi'ah.
Jadi, hal terpenting bukan memperbanyak jumlah bacaan, melainkan memahami sumbernya, membaca dengan benar, dan memohon kepada Allah agar bayi mendapatkan perlindungan, keberkahan, serta tumbuh menjadi anak yang saleh atau salehah.
Untuk melihat dokumentasi pelaksanaan aqiqah serta aktivitas terbaru Hanif Aqiqah, Anda juga dapat mengikuti akun Hanif Aqiqah di Instagram.
