Kelahiran bayi merupakan nikmat besar yang patut disyukuri. Dalam Islam, orang tua tidak hanya dianjurkan menyambut kelahiran dengan rasa bahagia, tetapi juga dapat melakukan sejumlah amalan yang memiliki dasar dalam Al-Qur'an, hadis, dan pembahasan para ulama.

Namun, tidak semua amalan dilakukan pada waktu yang sama.

Ada amalan yang berkaitan dengan saat bayi lahir, seperti tahnik dan mendoakan keberkahan. Ada pula amalan yang berkaitan dengan hari ketujuh, seperti aqiqah dan mencukur rambut.

Selain itu, adzan untuk bayi merupakan persoalan yang memiliki perbedaan pendapat di kalangan ulama, sehingga sebaiknya tidak disampaikan sebagai kewajiban yang disepakati semua ulama. Mayoritas ulama Hanafi, Syafi'i, dan Hanbali memandangnya sunnah, sedangkan sebagian ulama Maliki memiliki pandangan berbeda.

Berikut panduan sunnah dan adab menyambut kelahiran bayi secara lebih terstruktur.

Apa Saja Sunnah Menyambut Kelahiran Bayi?

Secara garis besar, orang tua dapat memperhatikan beberapa amalan berikut:

  1. Bersyukur dan mendoakan bayi.
  2. Mengumandangkan adzan untuk bayi menurut pendapat ulama yang menganjurkannya.
  3. Melakukan tahnik.
  4. Memberikan nama yang baik.
  5. Mendoakan keberkahan dan perlindungan bagi bayi.
  6. Melaksanakan aqiqah.
  7. Mencukur rambut bayi.
  8. Memberikan ASI dan merawat bayi dengan baik.

Tetapi daftar tersebut tidak berarti semuanya harus dilakukan beberapa menit setelah bayi lahir.

Agar lebih mudah dipahami, amalan tersebut sebaiknya dilihat berdasarkan waktunya.

Sunnah dan Adab Saat Bayi Baru Lahir

1. Bersyukur atas Kelahiran Bayi

Hal pertama yang sebaiknya dilakukan orang tua adalah bersyukur kepada Allah atas kelahiran anak.

Anak merupakan amanah sekaligus nikmat yang membutuhkan tanggung jawab besar.

Rasa syukur tidak harus diwujudkan dalam acara besar. Orang tua dapat memuji Allah, berdoa untuk bayi, dan memohon agar anak diberikan kesehatan, keberkahan, serta menjadi anak yang saleh atau salehah.

Doa orang tua untuk anak juga menjadi bagian penting dari perjalanan pendidikan anak sejak awal kehidupannya.

2. Mengumandangkan Adzan untuk Bayi

Mengadzani bayi merupakan salah satu amalan yang dikenal luas di kalangan umat Islam.

Dasarnya adalah riwayat Abu Rafi' yang menyebut bahwa ia melihat Rasulullah ﷺ mengumandangkan adzan di telinga Al-Hasan bin Ali ketika Fatimah melahirkannya. Riwayat tersebut terdapat dalam Sunan Abu Dawud dan Jami' at-Tirmidzi.

Mayoritas ulama dari mazhab Hanafi, Syafi'i, dan Hanbali memandang adzan bayi sebagai sunnah. Imam an-Nawawi juga menyebut bahwa adzan dilakukan untuk bayi laki-laki maupun perempuan.

Namun, persoalan ini bukan perkara yang disepakati seluruh ulama.

Sebagian ulama Maliki memandangnya mubah, sedangkan sebagian lainnya memandangnya makruh. Karena itu, orang tua sebaiknya memahami bahwa masalah adzan bayi termasuk persoalan khilafiyah.

Bagaimana cara adzan bayi?

Menurut pendapat yang menganjurkannya:

  • bayi dapat diadzani setelah lahir;
  • lafaznya menggunakan lafaz adzan;
  • sebagian ulama menganjurkan adzan di telinga kanan;
  • sebagian ulama juga menganjurkan iqamah di telinga kiri.

Yang perlu diperhatikan adalah riwayat yang secara eksplisit menyebut kanan dan kiri memiliki pembahasan tersendiri, sehingga jangan menganggap seluruh detail tersebut memiliki tingkat kekuatan dalil yang sama.

3. Melakukan Tahnik

Tahnik merupakan salah satu amalan yang memiliki dasar hadis yang sangat jelas.

Tahnik dilakukan dengan kurma yang dilembutkan lalu digunakan untuk mentahnik mulut bayi.

Dalam Sahih Bukhari, Abu Musa menceritakan bahwa ketika anak laki-lakinya lahir, ia membawanya kepada Rasulullah ﷺ. Nabi ﷺ kemudian memberinya nama Ibrahim, melakukan tahnik dengan kurma, dan mendoakan keberkahan untuknya.

Riwayat lain dari Asma' binti Abu Bakar juga menceritakan bahwa Abdullah bin az-Zubair dibawa kepada Rasulullah ﷺ setelah lahir, kemudian beliau melakukan tahnik dengan kurma dan mendoakannya.

Sahih Muslim juga memiliki bab yang secara khusus menyebut anjuran tahnik bagi bayi baru lahir dan kebolehan memberikan nama pada hari kelahiran.

Catatan penting tentang tahnik

Dalam praktik modern, orang tua sebaiknya memperhatikan keamanan bayi.

Jangan memasukkan potongan kurma keras ke mulut bayi. Bayi baru lahir memiliki kemampuan menelan yang belum matang sehingga tindakan apa pun yang dilakukan pada mulut bayi harus dilakukan dengan sangat hati-hati.

Jika bayi memiliki kondisi medis tertentu atau tenaga kesehatan melarang pemberian makanan oral, keselamatan bayi harus menjadi prioritas.

4. Memberikan Nama yang Baik

Memberikan nama yang baik merupakan bagian penting dalam menyambut kelahiran anak.

Nabi ﷺ sendiri memberikan nama kepada anak yang dibawa kepadanya.

Dalam hadis Abu Musa, anak tersebut diberi nama Ibrahim.

Sahih Muslim juga mencantumkan kebolehan memberikan nama pada hari kelahiran dan menyebut nama Abdullah serta Ibrahim sebagai nama yang dianjurkan.

Di sisi lain, hadis Samurah menyebut pemberian nama bersama aqiqah dan pencukuran rambut pada hari ketujuh.

Artinya, orang tua tidak perlu bingung jika ingin memberikan nama:

Boleh diberikan sejak hari kelahiran, dan terdapat pula dasar untuk pemberian nama pada hari ketujuh.

Yang terpenting adalah memilih nama dengan makna yang baik.

Doa untuk Bayi Baru Lahir

Mendoakan bayi merupakan amalan yang sangat baik.

Dalam hadis Abu Musa, setelah melakukan tahnik, Nabi ﷺ mendoakan keberkahan untuk anak tersebut.

Salah satu doa perlindungan yang memiliki dasar kuat adalah doa yang digunakan Nabi ﷺ untuk Hasan dan Husain:

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ

A'ūdzu bi kalimātillāhit-tāmmati min kulli syaithānin wa hāmmah, wa min kulli 'ainin lāmmah.

Artinya:

“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari setiap setan, binatang berbisa, dan dari setiap mata yang membawa keburukan.”

Doa tersebut terdapat dalam Sahih al-Bukhari dan diriwayatkan berkaitan dengan Hasan dan Husain.

Orang tua juga dapat mendoakan anak dengan doa-doa kebaikan lainnya.

Sunnah pada Hari Ketujuh

Tidak semua amalan kelahiran harus dilakukan pada hari pertama.

Beberapa amalan memiliki kaitan khusus dengan hari ketujuh.

5. Melaksanakan Aqiqah

Aqiqah merupakan salah satu amalan yang berkaitan dengan kelahiran anak.

Hadis Samurah menyebut:

Aqiqah dilakukan pada hari ketujuh, kepala bayi dicukur, dan bayi diberi nama.

Riwayat tersebut terdapat dalam Sunan Abu Dawud 2838 dan Jami' at-Tirmidzi 1522.

Untuk jumlah hewan, hadis Umm Kurz menyebut bahwa untuk anak laki-laki dua ekor kambing/domba dan untuk anak perempuan satu ekor. Hadis tersebut dinilai hasan sahih oleh Imam at-Tirmidzi.

Apakah aqiqah wajib?

Pembahasan hukum aqiqah merupakan persoalan fikih tersendiri. Karena itu, artikel ini tidak sebaiknya menyebut bahwa setiap orang tua yang tidak mampu melaksanakan aqiqah berarti berdosa.

Kemampuan orang tua dan perbedaan pendapat ulama perlu diperhatikan.

Bagi keluarga yang ingin mempersiapkan pelaksanaan aqiqah, terutama di wilayah Kebumen, jasa aqiqah untuk keluarga di Kebumen dapat membantu menyiapkan kebutuhan aqiqah secara lebih praktis.

6. Mencukur Rambut Bayi

Mencukur rambut bayi juga disebut dalam hadis yang membahas amalan pada hari ketujuh.

Hadis Samurah menyebut bahwa pada hari ketujuh dilakukan aqiqah, rambut bayi dicukur, dan bayi diberi nama.

Dalam pembahasan fikih, mencukur rambut tidak harus dipahami bahwa seluruh amalan tersebut wajib dilakukan dalam satu acara besar.

Salah satu penjelasan Mufti Wilayah Persekutuan menyebut bahwa jika aqiqah belum dapat dilakukan karena keterbatasan, pencukuran rambut dan pemberian nama tetap dapat dilakukan pada hari ketujuh karena masing-masing merupakan sunnah yang berbeda.

7. Bersedekah Seberat Rambut Bayi

Amalan yang juga sering dibahas bersama pencukuran rambut adalah bersedekah dengan nilai perak seberat rambut bayi.

Praktik ini memiliki pembahasan dalam riwayat tentang Fatimah dan Al-Hasan/Al-Husain.

Namun, karena detail kekuatan hadis dan cara menghitung nilai sedekah dapat menjadi pembahasan tersendiri, orang tua tidak perlu menganggap bahwa sedekah tersebut merupakan syarat sah aqiqah.

Yang utama adalah memahami bahwa sedekah merupakan amal kebaikan dan terdapat pembahasan khusus mengenai sedekah berdasarkan berat rambut bayi.

8. Memberikan ASI dan Merawat Bayi

ASI memiliki kedudukan penting dalam perawatan bayi.

Al-Qur'an menyebut masa menyusui hingga dua tahun bagi orang yang hendak menyempurnakan penyusuan, sebagaimana QS Al-Baqarah ayat 233.

Namun, pembahasan ASI berbeda dengan ritual kelahiran seperti tahnik atau aqiqah.

Dalam praktiknya, orang tua perlu menyesuaikan pemberian ASI dengan kondisi ibu dan bayi serta mengikuti rekomendasi tenaga kesehatan apabila terdapat masalah menyusui.

Dengan demikian, menyambut kelahiran dalam Islam bukan hanya tentang ritual, tetapi juga menjaga amanah kehidupan anak.

Apakah Semua Sunnah Dilakukan pada Hari Pertama?

Tidak.

Ini merupakan salah satu poin terpenting.

Berikut gambaran sederhananya:

WaktuAmalan
Saat bayi lahirBersyukur dan mendoakan
Saat bayi lahirTahnik
Saat bayi lahirPemberian nama dapat dilakukan
Saat bayi lahirAdzan menurut pendapat ulama yang menganjurkannya
Hari ke-7Aqiqah
Hari ke-7Mencukur rambut
Hari ke-7Pemberian nama jika belum dilakukan
Setelah lahirMenyusui dan merawat bayi

Hadis-hadis menunjukkan bahwa Nabi ﷺ memberikan nama dan melakukan tahnik segera setelah kelahiran pada beberapa peristiwa, sementara hadis Samurah menyebut aqiqah, pencukuran rambut, dan pemberian nama pada hari ketujuh.

Urutan Praktis Menyambut Kelahiran Bayi

Jika ingin dibuat sederhana, orang tua dapat menggunakan urutan berikut.

Saat bayi lahir

1. Bersyukur kepada Allah

Ucapkan hamdalah dan berdoa untuk ibu serta bayi.

2. Pastikan kondisi ibu dan bayi aman

Keselamatan dan perawatan medis tetap menjadi prioritas.

3. Tahnik jika memungkinkan

Tahnik dengan kurma memiliki dasar dari praktik Nabi ﷺ.

4. Mendoakan keberkahan dan perlindungan

Doakan bayi dengan doa yang baik.

5. Memberikan nama

Nama dapat diberikan sejak hari pertama.

6. Adzan jika mengikuti pendapat ulama yang menganjurkannya

Masalah ini termasuk khilafiyah dan bukan kewajiban.

Pada hari ketujuh

7. Melaksanakan aqiqah jika mampu

8. Mencukur rambut bayi

9. Bersedekah sesuai kemampuan dan tuntunan yang diikuti

Jika nama belum diberikan sebelumnya, nama juga dapat diberikan pada hari ketujuh.

Apakah Ada Perbedaan untuk Bayi Laki-Laki dan Perempuan?

Sebagian besar amalan kelahiran berlaku untuk keduanya.

Misalnya, Imam an-Nawawi menyebut adzan bayi untuk laki-laki maupun perempuan.

Perbedaan yang paling jelas dalam hadis berkaitan dengan jumlah hewan aqiqah:

  • Bayi laki-laki: dua ekor.
  • Bayi perempuan: satu ekor.

Dasarnya adalah hadis Umm Kurz yang diriwayatkan dalam Jami' at-Tirmidzi.

Untuk tahnik, pemberian nama, doa, dan pencukuran rambut, tidak perlu membuat ritual berbeda hanya berdasarkan jenis kelamin.

Apakah Sunnah Kelahiran Bayi Wajib Dilakukan Semuanya?

Tidak tepat menyamakan semua amalan tersebut sebagai kewajiban.

Ada amalan yang dianjurkan berdasarkan hadis, ada yang memiliki perbedaan pendapat mengenai hukumnya, dan ada pula detail praktik yang menjadi pembahasan fikih.

Contohnya:

Tahnik memiliki contoh yang jelas dalam Sahih Bukhari dan Muslim.

Pemberian nama juga memiliki contoh yang jelas pada hari kelahiran.

Aqiqah dan cukur rambut memiliki dasar hadis yang dikaitkan dengan hari ketujuh.

Adzan bayi memiliki perbedaan pendapat ulama. Mayoritas Hanafi, Syafi'i, dan Hanbali menganjurkannya, sedangkan sebagian ulama Maliki memiliki pandangan berbeda.

Karena itu, jangan membuat orang tua yang belum mampu melaksanakan seluruh rangkaian merasa bahwa mereka telah meninggalkan seluruh sunnah kelahiran.

Kesimpulan

Sunnah menyambut kelahiran bayi dalam Islam tidak hanya satu amalan.

Ada beberapa amalan yang dapat dilakukan secara bertahap:

  1. Bersyukur dan mendoakan bayi.
  2. Melakukan tahnik.
  3. Memberikan nama yang baik.
  4. Mengadzani bayi menurut pendapat ulama yang menganjurkannya.
  5. Mendoakan perlindungan dan keberkahan.
  6. Melaksanakan aqiqah.
  7. Mencukur rambut bayi.
  8. Merawat dan menyusui bayi dengan sebaik-baiknya.

Yang perlu diperhatikan adalah waktu dan status masing-masing amalan berbeda.

Tahnik dan pemberian nama memiliki contoh yang jelas dalam hadis sahih ketika bayi baru lahir.

Aqiqah dan pencukuran rambut dikaitkan dengan hari ketujuh dalam hadis Samurah.

Sementara adzan bayi merupakan persoalan khilafiyah yang mayoritas ulama Hanafi, Syafi'i, dan Hanbali pandang sebagai sunnah, sedangkan sebagian ulama Maliki memiliki pendapat berbeda.

Jadi, menyambut kelahiran bayi dalam Islam bukan tentang membuat sebanyak mungkin ritual, tetapi tentang mensyukuri nikmat Allah, mendoakan anak, menjalankan tuntunan yang memiliki dasar, dan menjalankan amanah merawat bayi dengan sebaik-baiknya.

Untuk melihat dokumentasi pelaksanaan aqiqah dan berbagai kegiatan Hanif Aqiqah, Anda dapat melihat aktivitas Hanif Aqiqah melalui Instagram.